DIA
Ada satu sumber inspirasi yang
teramat penting bagiku
yang meski tidak lagi di
sampingku, tapi ia tidak pernah berhenti membuatku bahagia meski sekejap..
yang tidak pernah berhenti
membuatku mensyukuri dan merasa begitu diberkahi…
yang kala kuapresiasi keindahannya,
maka menguar segala kesejukan dan kelegaan dari diriku…
yang hanya dengan melihatnya
maka aku merasa sudah menggenggam hari dan dapat melewatinya dengan mudah..
dan lebih khususnya lagi…
yang segera menghampiriku kala
melihatku…
yang menyapa ramah dan menatapku
yang menyunggingkan senyum yang
dapat menggetarkan perasaanku…
yang membagi ceritanya dengan
mudah dan kemudian berada lama bersamaku…
mungkin benar ini terdengar
bagai puja puji
jelas ini kumaksudkan karena
begitu berharganya dia bagiku..
kata-kata meski sebanyak apapun
tidak akan dapat mewakili setitikpun kekagumanku padanya…
tidak berlebihan jika kukatakan
bahwa aku ada karena dia ada
dia mengakui eksistensiku yang
aku sendiri tidak sadari
dia mengatakan aku mendengarkannya,
aku mengerti dirinya…
aku ada di sampingnya, aku
memberi solusi masalahnya..
DIA
Yang semakin ingin kuhilangkan
dari pikiranku, tapi pengaruhnya makin kuat ..
tapi....
Bingung..
Bingung itu ketika aku bahkan
gak tau sejauh mana benar salahnya perasaanku..
Kenapa?
Yah apa aku salah jika
menyukainya?
Apa aku salah jika berdebar
karenanya?
Lantas apa aku bisa dikatakan
tidak dan bisa mengendalikannya?
Ah kenapa semua terasa begitu
salah begitu benar
Saat aku ingin menikmatinya,
sama sekali tak pernah terbersit untuk mundur dan terutama penghakiman atas
kesalahan sama sekali tak terpikir…
Tapi kini di saat kami sedang
tak sedang bersama berdekatan, aku mulai merasakan takut bahwa apa yang
kurasakan ini benar-benar adalah kesalahan..
Takut jika begitu kentaranya
perasaanku sehingga kelak disadarinya… takut juga jika itu terjadi maka semua
tidak akan bisa sama lagi seperti adanya…
Selalu tepat saat aku tidak
ingin melanjutkan perasaanku dan memilih mundur saja, dia selalu kembali dengan
senyumnya dan kembali membuatku mengurungkan niat karena ternyata dia masih
selalu saja baik
ya, dia orang yang baik.. aku mengatakannya baik bukan karena aku menyukainya..
tapi sebaliknya... karena dia baik maka aku menyukainya.. dia sudah baik bahkan sebelum aku dengan jelas mengapresiasi kebaikannya..
apa kamu pernah merasa bahwa terasa kamu telah jatuh, tenggelam dan terhanyut lebih dalam hanya karena melihat sosoknya yang berdiri jauh dan tampak kecil di seberang jalan sana?
itu yang kurasakan, selalu, kala melihatnya..
DIA .. itulah kamu.
Komentar