4 Desember 2018 Pasca Maghrib Sama sekali ngga pernah kusangka bahwa anxiety september lalu ternyata belum berujung hingga hari ini. Semua udara yang kuhirup setelah lepasnya percobaan itu ternyata hanya sinyal yang melenakan yang harusnya membuatku siap bahwa akan ada kemungkinan menyakitkan lagi ke depannya. Tidak jauh bahkan menunggu bulan. Dalam hitungan jari saja, aku hanya bisa duduk diam, entah melongo, menganga dengan perasaan sedih dan egois... melihat semuanya akan meraih ranselnya masing-masing dan pergi dengan mantap.. dan meski tidak mungkin, aku bahkan sudah merasa tatapan mereka memandang rendah padaku. Si Orang Bodoh. Yang kembali masih terus akan berkutat di batu pijakan ini. Yang dibanggakan sebagai tempat singgahan, yang padahal sudah dicintai sedemikian dalamnya. Serangan ini menghentakku... menyadarkanku untuk ke sekian kalinya keberadaanku sebagai makhluk yang sebenarnya kecil. Aku menutup diri dari kenyataan dan sempet diberi harapan yang tern...