Kenapa begitu? Entah kenapa ingin bertanya. Pertanyaan yang sama lagi. Namun, alih-alih ingin menjawab, mencari pada siapa pertanyaan ini diajukan malah menjadi kemelut yang lebih darurat untuk dijawab...
random.. random.. kesulitan terus datang, kesulitan gak pernah habis. makin lama makin tau kalau hidup memang selalu memberikan kesulitan-kesulitan. aku mengagumi seorang anak yang sangat gila membaca, dan itu merupakan kebiasaan yang tidak biasa untuk anak seumurnya. well, seenggkanya jarang. anaknya sangat baik, memenuhi kriteria semua standar kebaikan yang kuketahui. dia mengerti. dia peka. dia dewasa. dia mengayomi. aku menyukai semua sifatnya, ditambah lagi ketika dia punya hobi yang hebat itu. untuk anak seusianya dia pintar, dia memahami situasi, dia pandai menempatkan diri. tapi... sebentar lagi dia akan pergi... dia akan pindah dari sini.
sakitnya hari ini. sakitnya, udah lapar ditambah lelah... dan ya, dianggap sebagai orang yang ga cukup bertanggung jawab oleh banyak orang. kurang sakit apa coba? barusan adalah rapat. aku selalu ga suka sama rapat di sini. selalu benci sama orang gila itu. aku tau aku dipandang ga bertanggung jawab. aku juga ga pernah berharap tugasnya dilimpahin ke aku kok. iya aku tau diri. aku ni bukan siapa-siapa. sebut aja aku ga care. sebut aja aku ga bertanggung jawab. sebut aja aku bekerja ga berangkat dari panggilan jiwa. sudah kebanyakan. aku tau kok aku ga apa-apa. improve skill selama kerja? kayaknya aku bullshit soal itu kalo di depan dia. aku benci. rasanya mau berhenti aja.. setiap hari sejak pembagian tugas aku selalu ingat soal itu.
another song for you... about your love... cause you love the me, that's full of faults.. i wish you could see it is from this view cause everything around you... is a little bit brighter from your love... kerasa banget kalo dengar lagu itu... iya...ini soal kamu. kamu yang mengisi hari2ku beberapa bulan ini. "Selamat tidur, aku sayang kamu Maria :*" itu... aku seneng banget kamu bilang itu. tanpa kukira sama sekali. tanpa ada pertanda sama sekali. memang...itu cuma tulisan..itu cuma kalimat biasa dari seseorang yang bahkan hanya kutemui di dunia maya. apa aku ternyata sudah sebegitu konyolnya. terjerat ke kebahagiaan semu dunia maya? tapi.. aku seneng banget. rasanya seneng sampai ga bisa aku gambarkan. sampai aku rasanya tercekat. debaran sudah ga terhitung lagi berapa kali. ga keruan. itu kata2 dari kamu. kamu yang jadi bikin aku merasa berarti. jadi ngerasa dibutuhkan. makasih buat kamu. iya, aku tau kamu dan aku hanya berhubungan lewat dunia ...
Komentar