ANXIETY
ANXIOUS
ANXIETY
ANXIETY
DISORDER
Yang
ke tiga serem amat yak… tapi entah kenapa, bisa dibilang, sekarang lagi
mengalami yang namanya
GELISAH
BERKEPANJANGAN..
Aku
selalu berpikir bahwa memang benar bahwa aku sedang berada di zona ternyaman
saat ini…
Meski
berdarah dan tergopoh, meski lelah dan peluh, meski seakan kerja rodi..
Aku
selalu tahu bahwa ada harga yang besar untuk sebuah pencapaian…
bahwa untuk
semua kemashyuran yang diinginkan itu, memang harus ditempuh dengan jalan yang
begitu berliku.
Jika
melihat itu semua, artinya aku harus keluar dari zona nyaman ini dan menantang
diri ke luar sana, di mana semuanya bermuara pada ketidakpastian, di mana jika aku
memutuskan, maka tidak akan ada lagi jalan untuk kembali…
semua
keputusanku akan bermuara pada peluang yang sama besarnya. Kembali memuntahkanku
ke jalan sepi yang dingin, atau malah membawaku ke puncak keinginan tertinggiku
selama ini.
Masalah
besarnya, aku tidak pergi memutuskan hanya dengan membawa diriku, tapi juga
mempertaruhkan seluruh keluargaku. Jika hanya aku yang kelak berselimut dingin dan
sepi itu maka aku dengan tegas bisa mengatakan bahwa aku siap. Tapi, di
belakangku, ada banyak hidup yang bergantung, maka keputusan yang aku ambil
tidak boleh salah.
Kenapa
rasanya begitu menghimpit, kenapa rasanya menjadi sulit…
Sekarang
apa yang harus kulakukan?
Bahkan
untuk maju saja rasanya begitu berat. Air mata rasanya sudah ingin tumpah,
rasanya sudah gak kuat lagi untuk bertahan kuat… tidak, bahkan dari awal memang
tidak kuat.
Aku
melihat realita di luar sana, aku membatin jika melihat mereka yang nyaman
hidupnya. Betapa benar cari uang bukan hanya dengan jadi pegawai. Tapi, kenapa
bahkan aku harus melalui ini? Kenapa aku bahkan menyangkal itu…
Kenapa
di antara mereka begitu banyak rezeki dilimpahkan. Aku tidak punya cadangan
apapun, pilihan yang kupunya hanya harus maju dan berhasil. Tidak boleh untuk
maju dan gagal.
Tapi
aku ragu bahkan dengan diriku.
Pencemas
dan pesimis
Sekarang
semua sedang berat. Semua kecemasan dan kelelahan bergabung menjadi satu. Dan ketika
aku sedang berdamai dengan mereka, tumpukan masalah selalu datang… tak peduli
bagaimana aku… tak peduli situasiku…
Komentar