Judulnya ini? FANGIRLING-AAAAAAAN
Ketemuu lagi lah dengan sayaah hulahulallaaa........
*abaikan
kali ini hadir untuk posting sebiji(?) *plakkkk sebuah cerita...
Sedikit ulasan mengenai cerita yang akan di post. Sebenarnya adalah sebuah fan-fiction... iyeh fan-fiction, buatan fan-girl, karangan super khayal yang biasanya melibatkan tokoh2 idola seorang perempuan.
Daaaaaaaaaan, di masa lalu saya pernah juga kena virus korean-wave geto.. virus yang kuat sampe2 saya juga ikutan buat fan-fict kayak kebanyakan fan-girl laen, yang lagipula juga saat itu tren buat fan-fict getoo..
Okayy, jadi fan-fict inii saya buat waktu saya lagi suka banget2-nya ama BIGBANG ..waooow, dan sampe sekarang masih suka meski ga pernah ngikutin beritanya lagi. tapi BIGBANG tetap di hati..
Fan-fict ini adalah karya original saya....emm... yah sebenarnya ga ori2 banget seh, atau sebenarnya emang ga ori sama sekali karena fan-fict ini dibuat berdasarkan salah satu konsep MV BIGBANG yang berjudul Haru-haru..
Gak usah kebanyakan cakaplah ya saya.. langsung aja!
*Copas dari catatan FB saya, catatan yang dibuat tanggal 19 Mei 2011, pukul 10.47 Wita.*
Mianhae yaaaaaaaa...kalau yang kena tag.. ni first time aku publish ff aku... mohon RCL yaa... ni baru awal.. aku ceritakan berdasarkan MV Bigbang - Haru haru.... jadi biar lebih pas, yang punya MV nya di tonton dulu yeee... plus ada yang ku tambahin sedikit, jadi ada bedanya..hehehehe
LANGSUNG JAA........
Cast :
Bigbang G-Dragon as Kwon Jiyong
Bigbang Top as Choi Seunghyun
Bigbang Taeyang as Taeyang
Bigbang Daesung as Daesung
Bigbang Seungri as Seungri
Min Young
----------------------------------------------------------------------------------------
“Kita akan bersama selamanya...” kata Jiyong pada Min Young. Keduanya mengangkat tangan dan saling menempelkan telapak tangan mereka yang sudah terpasang cincin di jari manisnya. Cincin tanda cinta mereka berdua.
Min Young tersenyum manis. “iya..selamanya”.
----------------------------------------------------------------------------------------
Min Young meletakkan cincin itu di telapak tangan Seunghyun yang kebingungan menerimanya.
“apa ini ? apa maksudnya Min Young ?” tanya Seunghyun. Namun Min Young hanya menjawab dengan senyum getir. Ia menunduk. Kemudian menggeleng lemah.
“aku... tidak bisa...bersama Jiyong lagi...” kata Min Young
“Kenapa ? apa yang telah Jiyong perbuat padamu ? apa dia menyakitimu ?” Seunghyun mencoba menebak.
“anio Seunghyun... dia tidak begitu...” kata Min Young, air matanya menitik.
“lalu apa ? kumohon...katakan !” desak Seunghyun
Min Young menatap Seunghyun lekat kemudian berkata “kau harus berjanji ...”
Seunghyun berdiri membisu, sementara Min Young menatapnya. Matanya semakin sembab dengan air mata yang mulai berlinang.
----------------------------------------------------------------------------------------
“Sudahlah, jangan berprasangka buruk dulu. Kita tak tahu kan, mungkin Min Young sibuk atau bagaimana ..” kata Daesung, Ia berjalan di sebelah Jiyong yang melangkah cepat menuju apartemen Min Young, sementara Taeyang dan Seungri berjalan tenang dibelakang mereka.
“itu sama sekali bukan alasan ! kenapa dia tidak bilang ? apa yang membuatnya menghindariku ?” jawab Jiyong cepat, nafasnya menderu.
“yah, aku tidak tahu..” kata Daesung, Ia juga bingung dan tak dapat menjelaskan perubahan sikap Min Young yang begitu tiba-tiba itu terhadap Jiyong.
“Oh ya, belakangan ini Seunghyun juga jarang terlihat, Ia tak pernah datang lagi kerumahku” Seungri menimpali.
“lalu apa maksudmu ?” tanya Jiyong.
“kupikir mungkin saja ada hubungannya..” jawab Seungri. Jiyong menghentikan langkahnya dan menatap Seungri tajam. Dengan cepat Ia meraih kerah baju Seungri. “APA MAKSUDMU HAH ?” teriak Jiyong.
Daesung dan Taeyang dengan cepat melerai keduanya.
“tenang lah sedikit ! jangan lampiaskan kekesalanmu pada Seungri! Kau juga Seungri ! Jangan sembarangan menyeletuk !” kata Taeyang menengahi.
“maaf” kata Seungri. Keempatnya kemudian berjalan lagi.
“pasti..ada sesuatu” kata Jiyong kemudian.
----------------------------------------------------------------------------------------
Ketika itulah semua terjadi.
Jiyong, Daesung, Taeyang dan Seungri berbelok ditikungan jalan. Dan mereka melihatnya, melihat Seunghyun dan Min Young saling berhadapan.
“Min Young..” kata Jiyong pelan
Seunghyun dan Min Young menoleh melihat ketiga temannya serta Jiyong.
“Seunghyun, kau...” namun belum sempat Daesung menyelesaikan kalimatnya, Jiyong sudah mendekati tempat Seunghyun dan Min Young berdiri. Wajahnya sengit, dan matanya berkilat karena amarah.
Min Young menatap Seunghyun, kemudian keduanya berjalan menjauh, tapi tangan Jiyong sempat meraih lengan Min Young.
“Min Young..” kata Jiyong, tapi Min Young menolak menatapnya, Ia membuang muka.
“lepaskan tanganmu dari Min Young !” sergah Seunghyun kasar. Jiyong menatap Seunghyun, kemarahannya kembali. Min Young akhirnya berlari, pergi menjauh dari semuanya.
“apa maksudmu hah ?” tanya Jiyong setengah berteriak
“dia tak ingin bertemu denganmu !” jawab Seunghyun.
Jiyong mendorong tubuh Seunghyun hingga terjatuh ke tanah.
“KAU TAHU APA ? AKU PACARNYA !” teriak Jiyong. Dengan cepat Seunghyun berdiri. Sekarang mulai marah.
“KALAU BEGITU APA ? DIA PERGI ! MENJAUH DARIMU ! KAU PACARNYA KAN ?” Seunghyun juga berteriak. Jiyong mengarahkan tinjunya ke wajah Seunghyun. Seunghyun langsung terhuyung mundur.
“kau...berani-beraninya !” kata Seunghyun juga mulai memukul wajah Jiyong. Kali ini Jiyong yang terhuyung.
“hei hentikan !” kata Taeyang, Ia langsung menahan Jiyong sementara Seungri dan Daesung menahan Seunghyun.
“lepaskan ! biarkan aku memukul keparat itu ! dasar teman bajingan ! merebut Min Young” Jiyong meronta-ronta sementara tubuhnya ditahan oleh Taeyang.
Daesung dan Seungri pun kewalahan menahan tubuh Seunghyun.
“Kau yang KEPARAT !” Balas Seunghyun.
“tenanglah Jiyong !” teriak Taeyang. “Daesung, Seungri cepat bawa Seunghyun pergi.” Kata Taeyang, Tiba-tiba pegangan Taeyang terlepas dan Jiyong segera -dengan cepat- meninju wajah Seunghyun yang tak sempat mengelak. Segera saja darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Seunghyun mengusap darah dibibirnya.
“kenapa kau merebutnya dariku ? KENAPA ? tak ada orang yang lebih rendah daripada kau !!” teriak Jiyong, telunjuknya teracung tepat ke wajah Seunghyun.
Seunghyun menarik tangan Jiyong yang terulur dan langsung mengayunkan tinjunya ke wajah Jiyong. Kemudian Jiyong jatuh tersungkur, serupa dengan Seunghyun, darah mengalir dari sudut bibirnya.
Seungri langsung menahan Seunghyun, sementara Taeyang membantu Jiyong untuk berdiri. Jiyong menepis tangan Taeyang. Ia menatap Seunghyun tajam, kemudian Ia berbalik pergi, sembari mengusap darah di bibirnya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Jiyong menggebrak pintu apartemennya. Ia masuk dengan langkah terhuyung, dan langsung menuju kamar mandi. Dinyalakannya pancuran air sehingga air mengalir deras membasahi seluruh tubuhnya. Ia menghadap cermin dan sesaat kemudian mengarahkan kepalan tangannya ke cermin yang pecah serta-merta.
“ARRRGGGGHH !!!!” jeritnya.
Matanya melihat cincin yang terpasang di jari manisnya, cincin tanda cintanya dengan Min Young.
“kenapa ... kenapa kau melakukan ini padaku Min Young...kenapa...” ratap Jiyong.
----------------------------------------------------------------------------------------
“Min Young” kata Seunghyun, ia mengetuk jendela mobil Min Young. Min Young langsung membuka pintu mobilnya.
“kenapa kamu kemari ? “ tanya Seunghyun
“aku, hanya merasa bosan saja dirumah.” Jawab Min Young pelan.
“tapi, aku dan Jiyong serta lainnya tinggal di apartemen ini, kalau mereka-....”
“tidak apa-apa... Seunghyun, ada apa dengan wajahmu ?” Min Young menyentuh sudut bibir Seunghyun yang terluka.
“oh, ini...bukan apa-apa” jawab Seunghyun, ia menepis tangan Min Young.
“ini...yang kemarin ? Jiyong...memukulmu ?” tanya Min Young memastikan.
Seunghyun hanya diam.
Kemudian sebuah mobil mendekat, parkir tepat dihadapan mobil Min Young. Mobil Taeyang, dengan Daesung, Seungri dan Jiyong didalamnya.
“itu mereka” kata Seunghyun. Jiyong dengan segera dapat mengenali mobil Min Young dan dapat melihat Min Young dan Seunghyun duduk di kursi depan.
“keparat itu lagi..” geram Jiyong.
“apa yang mereka lakukan ?” tanya Seungri tak jelas kepada siapa pertanyaannya ditujukan.
“Seunghyun...cepat rangkul aku...” kata Min Young
“a..apa ?” tanya Seunghyun gelagapan
“cepat !” desak Min Young. Seunghyun menurutinya, Ia tahu ini rencananya, tetapi Ia tetap terkejut. Seunghyun melingkarkan tangannya di bahu Min Young, ketika itu Jiyong mendekat dan menggebrak kap mobil Min Young dengan keras. Kemudian Ia terkejut, Seunghyun dan Min Young saling merangkul dan Min Young menatapnya sinis. Taeyang dan Seungri turun dari mobil dan menahan Jiyong.
“keparat ! apa yang kau lakukan ?” hardik Jiyong.
Seunghyun turun dari mobil Min Young. “apa urusanmu ?” jawabnya dengan seringai yang begitu dingin. Jiyong sudah ingin memukulnya lagi tapi tangan Taeyang dan Seungri –yang sudah tahu pasti hal itu akan terjadi- menahannya sekuat tenaga.
Jiyong menoleh ke arah Min Young yang berada dalam mobil.
“Min Young...” kata Jiyong, namun seketika itu juga hati Jiyong serasa tersayat. Min Young, gadis yang begitu Ia cintai sepenuh hati itu membuang muka darinya.
Saat itu, yang Ia tahu, dunianya terasa runtuh, hatinya hancur. Gadis didepannya, bahkan tak mau lagi menatapnya. Itu...cukup untuk semuanya.
----------------------------------------------------------------------------------------
“Dunia ini tak ada artinya lagi tanpa kehadiranmu disisiku”
Jiyong berjalan dengan langkah gontai ditengah keramaian orang. Ia tak peduli lagi pada apapun, Ia biarkan kakinya melangkah tanpa arah dan orang-orang menabraknya.
Tapi, bukan lah semata dirinya yang bersedih. Min Young ditempat lain di waktu yang sama, menangis. Pilu ia rasakan, sesungguhnya ini bukanlah pilihannya. Ia sangat mencintai Jiyong lebih dari hidupnya sendiri. Tapi, ada takdir yang dimilikinya, yang menunggunya.
Min Young merasakan kakinya lemas disela tangisnya. Ia menangis. Hanya itu yang bisa dilakukannya. Ia memegang kepalanya dan rambutnya –beberapa helai- terlepas dan tersisa di tangannya. Ia menangis makin keras. Ia tahu pasti, hari itu akan datang, dan Ia mulai mendekatinya.
----------------------------------------------------------------------------------------
BRAK
BRAK
BRAK
Jiyong mengamuk.Ia menghancurkan semua benda yang ada diruangannya.
“AARRRGGGGHHHHH !!!” teriaknya.
Satu benda melayang lagi dan menghantam pintu, benda itu hancur berantakan.
BRAK
BRAK
Pintu ruangan Jiyong terbuka, Seungri dan Daesung berdiri di depan pintu, keduanya sedih, melihat Jiyong, sahabat mereka terduduk dengan kepala tertunduk dan meraung meneriakkan nama Min Young. Tak ada yang lebih menyedihkan dari orang yang tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat sahabat mereka putus asa dari kehidupannya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Min Young membuka matanya perlahan. Segalanya tampak putih dalam penglihatannya. Sesuatu membungkus kepalanya.
Ia mencoba menyesuaikan penglihatannya. kemudian matanya dapat dengan jelas melihat sekelilingnya. Jelas sekali. Itu adalah ruangan rumah sakit, dan ada Seunghyun, Daesung, Seungri, serta Taeyang bersama diruangan itu. Daesung duduk paling dekat dengannya.
“kalian semua...” kata Min Young, Ia kemudian menatap Seunghyun yang menggeleng pelan.
“aku...tidak tahan...aku harus beritahu, setidaknya mereka...” kata Seunghyun
“kenapa kamu memutuskan untuk tidak beritahu kami ?” tanya Daesung.
“sekarang kalian semua akhirnya sudah tahu kan ?” kata Min Young, berusaha menjawab seriang mungkin.
“kenapa kamu tak memberitahu Jiyong ?” tanya Taeyang
“aku, tak bisa. Itu akan membuatnya sedih” jawab Min Young
“kau tidak tahu ! caramu yang seperti inilah yang membuatnya hancur ! “ kata Daesung, nadanya meninggi tanpa disadarinya, Seunghyun langsung memegang pundak Daesung, kemudian Ia tertunduk. Min Young menatap Daesung dengan mata berkaca-kaca.
“aku...mengetahui...dan aku juga hancur karenanya.” Kata Min Young terisak . Taeyang keluar dari ruangan.
“Kumohon jangan beritahu Jiyong...hanya sebentar lagi...maka semua ini akan selesai. Setelah ini aku akan dioperasi dan....” Min Young menghentikan ucapannya. Ia tak sanggup meneruskannya.
Tapi Taeyang tahu, Ia menghubungi seseorang.
“yeobseyo, Jiyong...”
“.....................................”
“Jiyong, cepat kerumah sakit, sekarang juga...”
“ada apa ?” suara Jiyong terdengar serak
“Min Young.......”
----------------------------------------------------------------------------------------
Segalanya berjalan cepat. Ia bertaruh dengan waktu. Tak ada yang lebih diharapkannya selain tiba di rumah sakit sekarang juga. Ia menunggu, cintanya menunggunya.
Langkahnya dipacu secepat mungkin, Ia mendaki tangga rumah sakit tanpa lelah, pikirannya hanya tertuju pada Min Young. Dan langkahnya terhenti. Ia bertemu dengan Seunghyun. Benar-benar tak diharapkannya bertemu dengan Seunghyun disaat seperti ini. Ia memutuskan berjalan melewati Seunghyun tanpa menghiraukannya. Tapi Seunghyun tiba-tiba memegang tangan Jiyong.
“maafkan aku telah berbohong” kata Seunghyun, Ia meletakkan cincin milik Minyoung di telapak tangan Jiyong. “Min Young, benar-benar mencintaimu”
Segalanya berubah, kenyataan didapatkannya. Ia menggengam cincin Min Young erat dan menyesal atas apa yang selama ini terjadi. Ia kemudian melanjutkan berlari keruang operasi.
Ada Taeyang, Daesung dan Seungri disana. Mereka berdiri melihat kedatangan Jiyong yang langsung menuju pintu ruang operasi. Ia meratap. Air matanya jatuh. Gadis yang dicintainya didalam sana.
Taeyang menghampiri Jiyong yang sekarang seolah tak bertenaga, Ia menahan tubuh Jiyong yang lunglai karena terguncang agar tak terjatuh. Tubuh sahabatnya bergetar, dan rasa sedih yang sama menyakitkannya dirasakan oleh Taeyang.
Didalam sana, Lampu operasi menyala tepat diatas pandangannya. Segalanya menyilaukan, namun Min Young tak berkedip melihatnya. Kulit wajahnya semakin terlihat pucat. Dan tiba-tiba saja semua kenangan indahnya bersama Jiyong tergambar dihadapannya. Ia melihat dirinya bersama Jiyong tengah tertawa bersama di tepi suatu kolam.
Jiyong membuka telapak tangannya, dan terlihat didalamnya sepasang cincin emas yang mengukir inisial keduanya. Jiyong memasangkan cincin itu ke jari manis Min Young. Keduanya tersenyum, dan Jiyong mengucapkannya. “kita akan bersama selamanya”
Min Young kembali ke pembaringan operasi. Air matanya menetes. Sesuatu yang menjadi jawabannya yaitu “ya...selamanya” tak dapat dipenuhinya. Ia akan meninggalkan dunia ini, orangtuanya, sahabat-sahabatnya, dan juga Jiyong, orang yang begitu dicintainya.
Sungguh, dunia tak adil buatnya, tak ada kuasa yang dapat membantunya lepas dari takdirnya. Kenangan-kenangan yang selama ini pernah ia dapatkan akan dibawanya ke alam sana.
Matanya terpejam. Selamanya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Pintu ruang operasi terbuka, Jiyong berbalik. Usai sudah penantiannya. Min Young, gadis yang dicintai sepenuh hatinya terbaring, dengan wajah damai. Ia telah meninggalkan dunia.
Jiyong berlutut disebelah ranjangnya, menatap lekat wajah Min Young.
“Min Young, aku disini...kenapa kamu pergi seperti ini ” Jiyong menangis, Ia menunduk. Mencoba tegar menghadapi kepergian Min Young.
Ia tahu kepergian Min Young tak akan bisa dicegah. Menangis seperti apapun Min Young telah pergi dan tak akan kembali.
“Jiyong...” Taeyang mengusap bahu Jiyong.
“Jiyong...” panggil Seunghyun.
Ia berdiri tegak, menatap keempat sahabatnya. Seunghyun, Taeyang, Daesung, dan Seungri bergantian. Kemudian Ia berjalan pergi melewati keempatnya. Ia butuh waktu untuk sendiri.
----------------------------------------TAMAT------------------------------------------
*abaikan
kali ini hadir untuk posting sebiji(?) *plakkkk sebuah cerita...
Sedikit ulasan mengenai cerita yang akan di post. Sebenarnya adalah sebuah fan-fiction... iyeh fan-fiction, buatan fan-girl, karangan super khayal yang biasanya melibatkan tokoh2 idola seorang perempuan.
Daaaaaaaaaan, di masa lalu saya pernah juga kena virus korean-wave geto.. virus yang kuat sampe2 saya juga ikutan buat fan-fict kayak kebanyakan fan-girl laen, yang lagipula juga saat itu tren buat fan-fict getoo..
Okayy, jadi fan-fict inii saya buat waktu saya lagi suka banget2-nya ama BIGBANG ..waooow, dan sampe sekarang masih suka meski ga pernah ngikutin beritanya lagi. tapi BIGBANG tetap di hati..
Fan-fict ini adalah karya original saya....emm... yah sebenarnya ga ori2 banget seh, atau sebenarnya emang ga ori sama sekali karena fan-fict ini dibuat berdasarkan salah satu konsep MV BIGBANG yang berjudul Haru-haru..
Gak usah kebanyakan cakaplah ya saya.. langsung aja!
*Copas dari catatan FB saya, catatan yang dibuat tanggal 19 Mei 2011, pukul 10.47 Wita.*
Mianhae yaaaaaaaa...kalau yang kena tag.. ni first time aku publish ff aku... mohon RCL yaa... ni baru awal.. aku ceritakan berdasarkan MV Bigbang - Haru haru.... jadi biar lebih pas, yang punya MV nya di tonton dulu yeee... plus ada yang ku tambahin sedikit, jadi ada bedanya..hehehehe
LANGSUNG JAA........
Cast :
Bigbang G-Dragon as Kwon Jiyong
Bigbang Top as Choi Seunghyun
Bigbang Taeyang as Taeyang
Bigbang Daesung as Daesung
Bigbang Seungri as Seungri
Min Young
----------------------------------------------------------------------------------------
“Kita akan bersama selamanya...” kata Jiyong pada Min Young. Keduanya mengangkat tangan dan saling menempelkan telapak tangan mereka yang sudah terpasang cincin di jari manisnya. Cincin tanda cinta mereka berdua.
Min Young tersenyum manis. “iya..selamanya”.
----------------------------------------------------------------------------------------
Min Young meletakkan cincin itu di telapak tangan Seunghyun yang kebingungan menerimanya.
“apa ini ? apa maksudnya Min Young ?” tanya Seunghyun. Namun Min Young hanya menjawab dengan senyum getir. Ia menunduk. Kemudian menggeleng lemah.
“aku... tidak bisa...bersama Jiyong lagi...” kata Min Young
“Kenapa ? apa yang telah Jiyong perbuat padamu ? apa dia menyakitimu ?” Seunghyun mencoba menebak.
“anio Seunghyun... dia tidak begitu...” kata Min Young, air matanya menitik.
“lalu apa ? kumohon...katakan !” desak Seunghyun
Min Young menatap Seunghyun lekat kemudian berkata “kau harus berjanji ...”
Seunghyun berdiri membisu, sementara Min Young menatapnya. Matanya semakin sembab dengan air mata yang mulai berlinang.
----------------------------------------------------------------------------------------
“Sudahlah, jangan berprasangka buruk dulu. Kita tak tahu kan, mungkin Min Young sibuk atau bagaimana ..” kata Daesung, Ia berjalan di sebelah Jiyong yang melangkah cepat menuju apartemen Min Young, sementara Taeyang dan Seungri berjalan tenang dibelakang mereka.
“itu sama sekali bukan alasan ! kenapa dia tidak bilang ? apa yang membuatnya menghindariku ?” jawab Jiyong cepat, nafasnya menderu.
“yah, aku tidak tahu..” kata Daesung, Ia juga bingung dan tak dapat menjelaskan perubahan sikap Min Young yang begitu tiba-tiba itu terhadap Jiyong.
“Oh ya, belakangan ini Seunghyun juga jarang terlihat, Ia tak pernah datang lagi kerumahku” Seungri menimpali.
“lalu apa maksudmu ?” tanya Jiyong.
“kupikir mungkin saja ada hubungannya..” jawab Seungri. Jiyong menghentikan langkahnya dan menatap Seungri tajam. Dengan cepat Ia meraih kerah baju Seungri. “APA MAKSUDMU HAH ?” teriak Jiyong.
Daesung dan Taeyang dengan cepat melerai keduanya.
“tenang lah sedikit ! jangan lampiaskan kekesalanmu pada Seungri! Kau juga Seungri ! Jangan sembarangan menyeletuk !” kata Taeyang menengahi.
“maaf” kata Seungri. Keempatnya kemudian berjalan lagi.
“pasti..ada sesuatu” kata Jiyong kemudian.
----------------------------------------------------------------------------------------
Ketika itulah semua terjadi.
Jiyong, Daesung, Taeyang dan Seungri berbelok ditikungan jalan. Dan mereka melihatnya, melihat Seunghyun dan Min Young saling berhadapan.
“Min Young..” kata Jiyong pelan
Seunghyun dan Min Young menoleh melihat ketiga temannya serta Jiyong.
“Seunghyun, kau...” namun belum sempat Daesung menyelesaikan kalimatnya, Jiyong sudah mendekati tempat Seunghyun dan Min Young berdiri. Wajahnya sengit, dan matanya berkilat karena amarah.
Min Young menatap Seunghyun, kemudian keduanya berjalan menjauh, tapi tangan Jiyong sempat meraih lengan Min Young.
“Min Young..” kata Jiyong, tapi Min Young menolak menatapnya, Ia membuang muka.
“lepaskan tanganmu dari Min Young !” sergah Seunghyun kasar. Jiyong menatap Seunghyun, kemarahannya kembali. Min Young akhirnya berlari, pergi menjauh dari semuanya.
“apa maksudmu hah ?” tanya Jiyong setengah berteriak
“dia tak ingin bertemu denganmu !” jawab Seunghyun.
Jiyong mendorong tubuh Seunghyun hingga terjatuh ke tanah.
“KAU TAHU APA ? AKU PACARNYA !” teriak Jiyong. Dengan cepat Seunghyun berdiri. Sekarang mulai marah.
“KALAU BEGITU APA ? DIA PERGI ! MENJAUH DARIMU ! KAU PACARNYA KAN ?” Seunghyun juga berteriak. Jiyong mengarahkan tinjunya ke wajah Seunghyun. Seunghyun langsung terhuyung mundur.
“kau...berani-beraninya !” kata Seunghyun juga mulai memukul wajah Jiyong. Kali ini Jiyong yang terhuyung.
“hei hentikan !” kata Taeyang, Ia langsung menahan Jiyong sementara Seungri dan Daesung menahan Seunghyun.
“lepaskan ! biarkan aku memukul keparat itu ! dasar teman bajingan ! merebut Min Young” Jiyong meronta-ronta sementara tubuhnya ditahan oleh Taeyang.
Daesung dan Seungri pun kewalahan menahan tubuh Seunghyun.
“Kau yang KEPARAT !” Balas Seunghyun.
“tenanglah Jiyong !” teriak Taeyang. “Daesung, Seungri cepat bawa Seunghyun pergi.” Kata Taeyang, Tiba-tiba pegangan Taeyang terlepas dan Jiyong segera -dengan cepat- meninju wajah Seunghyun yang tak sempat mengelak. Segera saja darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Seunghyun mengusap darah dibibirnya.
“kenapa kau merebutnya dariku ? KENAPA ? tak ada orang yang lebih rendah daripada kau !!” teriak Jiyong, telunjuknya teracung tepat ke wajah Seunghyun.
Seunghyun menarik tangan Jiyong yang terulur dan langsung mengayunkan tinjunya ke wajah Jiyong. Kemudian Jiyong jatuh tersungkur, serupa dengan Seunghyun, darah mengalir dari sudut bibirnya.
Seungri langsung menahan Seunghyun, sementara Taeyang membantu Jiyong untuk berdiri. Jiyong menepis tangan Taeyang. Ia menatap Seunghyun tajam, kemudian Ia berbalik pergi, sembari mengusap darah di bibirnya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Jiyong menggebrak pintu apartemennya. Ia masuk dengan langkah terhuyung, dan langsung menuju kamar mandi. Dinyalakannya pancuran air sehingga air mengalir deras membasahi seluruh tubuhnya. Ia menghadap cermin dan sesaat kemudian mengarahkan kepalan tangannya ke cermin yang pecah serta-merta.
“ARRRGGGGHH !!!!” jeritnya.
Matanya melihat cincin yang terpasang di jari manisnya, cincin tanda cintanya dengan Min Young.
“kenapa ... kenapa kau melakukan ini padaku Min Young...kenapa...” ratap Jiyong.
----------------------------------------------------------------------------------------
“Min Young” kata Seunghyun, ia mengetuk jendela mobil Min Young. Min Young langsung membuka pintu mobilnya.
“kenapa kamu kemari ? “ tanya Seunghyun
“aku, hanya merasa bosan saja dirumah.” Jawab Min Young pelan.
“tapi, aku dan Jiyong serta lainnya tinggal di apartemen ini, kalau mereka-....”
“tidak apa-apa... Seunghyun, ada apa dengan wajahmu ?” Min Young menyentuh sudut bibir Seunghyun yang terluka.
“oh, ini...bukan apa-apa” jawab Seunghyun, ia menepis tangan Min Young.
“ini...yang kemarin ? Jiyong...memukulmu ?” tanya Min Young memastikan.
Seunghyun hanya diam.
Kemudian sebuah mobil mendekat, parkir tepat dihadapan mobil Min Young. Mobil Taeyang, dengan Daesung, Seungri dan Jiyong didalamnya.
“itu mereka” kata Seunghyun. Jiyong dengan segera dapat mengenali mobil Min Young dan dapat melihat Min Young dan Seunghyun duduk di kursi depan.
“keparat itu lagi..” geram Jiyong.
“apa yang mereka lakukan ?” tanya Seungri tak jelas kepada siapa pertanyaannya ditujukan.
“Seunghyun...cepat rangkul aku...” kata Min Young
“a..apa ?” tanya Seunghyun gelagapan
“cepat !” desak Min Young. Seunghyun menurutinya, Ia tahu ini rencananya, tetapi Ia tetap terkejut. Seunghyun melingkarkan tangannya di bahu Min Young, ketika itu Jiyong mendekat dan menggebrak kap mobil Min Young dengan keras. Kemudian Ia terkejut, Seunghyun dan Min Young saling merangkul dan Min Young menatapnya sinis. Taeyang dan Seungri turun dari mobil dan menahan Jiyong.
“keparat ! apa yang kau lakukan ?” hardik Jiyong.
Seunghyun turun dari mobil Min Young. “apa urusanmu ?” jawabnya dengan seringai yang begitu dingin. Jiyong sudah ingin memukulnya lagi tapi tangan Taeyang dan Seungri –yang sudah tahu pasti hal itu akan terjadi- menahannya sekuat tenaga.
Jiyong menoleh ke arah Min Young yang berada dalam mobil.
“Min Young...” kata Jiyong, namun seketika itu juga hati Jiyong serasa tersayat. Min Young, gadis yang begitu Ia cintai sepenuh hati itu membuang muka darinya.
Saat itu, yang Ia tahu, dunianya terasa runtuh, hatinya hancur. Gadis didepannya, bahkan tak mau lagi menatapnya. Itu...cukup untuk semuanya.
----------------------------------------------------------------------------------------
“Dunia ini tak ada artinya lagi tanpa kehadiranmu disisiku”
Jiyong berjalan dengan langkah gontai ditengah keramaian orang. Ia tak peduli lagi pada apapun, Ia biarkan kakinya melangkah tanpa arah dan orang-orang menabraknya.
Tapi, bukan lah semata dirinya yang bersedih. Min Young ditempat lain di waktu yang sama, menangis. Pilu ia rasakan, sesungguhnya ini bukanlah pilihannya. Ia sangat mencintai Jiyong lebih dari hidupnya sendiri. Tapi, ada takdir yang dimilikinya, yang menunggunya.
Min Young merasakan kakinya lemas disela tangisnya. Ia menangis. Hanya itu yang bisa dilakukannya. Ia memegang kepalanya dan rambutnya –beberapa helai- terlepas dan tersisa di tangannya. Ia menangis makin keras. Ia tahu pasti, hari itu akan datang, dan Ia mulai mendekatinya.
----------------------------------------------------------------------------------------
BRAK
BRAK
BRAK
Jiyong mengamuk.Ia menghancurkan semua benda yang ada diruangannya.
“AARRRGGGGHHHHH !!!” teriaknya.
Satu benda melayang lagi dan menghantam pintu, benda itu hancur berantakan.
BRAK
BRAK
Pintu ruangan Jiyong terbuka, Seungri dan Daesung berdiri di depan pintu, keduanya sedih, melihat Jiyong, sahabat mereka terduduk dengan kepala tertunduk dan meraung meneriakkan nama Min Young. Tak ada yang lebih menyedihkan dari orang yang tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat sahabat mereka putus asa dari kehidupannya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Min Young membuka matanya perlahan. Segalanya tampak putih dalam penglihatannya. Sesuatu membungkus kepalanya.
Ia mencoba menyesuaikan penglihatannya. kemudian matanya dapat dengan jelas melihat sekelilingnya. Jelas sekali. Itu adalah ruangan rumah sakit, dan ada Seunghyun, Daesung, Seungri, serta Taeyang bersama diruangan itu. Daesung duduk paling dekat dengannya.
“kalian semua...” kata Min Young, Ia kemudian menatap Seunghyun yang menggeleng pelan.
“aku...tidak tahan...aku harus beritahu, setidaknya mereka...” kata Seunghyun
“kenapa kamu memutuskan untuk tidak beritahu kami ?” tanya Daesung.
“sekarang kalian semua akhirnya sudah tahu kan ?” kata Min Young, berusaha menjawab seriang mungkin.
“kenapa kamu tak memberitahu Jiyong ?” tanya Taeyang
“aku, tak bisa. Itu akan membuatnya sedih” jawab Min Young
“kau tidak tahu ! caramu yang seperti inilah yang membuatnya hancur ! “ kata Daesung, nadanya meninggi tanpa disadarinya, Seunghyun langsung memegang pundak Daesung, kemudian Ia tertunduk. Min Young menatap Daesung dengan mata berkaca-kaca.
“aku...mengetahui...dan aku juga hancur karenanya.” Kata Min Young terisak . Taeyang keluar dari ruangan.
“Kumohon jangan beritahu Jiyong...hanya sebentar lagi...maka semua ini akan selesai. Setelah ini aku akan dioperasi dan....” Min Young menghentikan ucapannya. Ia tak sanggup meneruskannya.
Tapi Taeyang tahu, Ia menghubungi seseorang.
“yeobseyo, Jiyong...”
“.....................................”
“Jiyong, cepat kerumah sakit, sekarang juga...”
“ada apa ?” suara Jiyong terdengar serak
“Min Young.......”
----------------------------------------------------------------------------------------
Segalanya berjalan cepat. Ia bertaruh dengan waktu. Tak ada yang lebih diharapkannya selain tiba di rumah sakit sekarang juga. Ia menunggu, cintanya menunggunya.
Langkahnya dipacu secepat mungkin, Ia mendaki tangga rumah sakit tanpa lelah, pikirannya hanya tertuju pada Min Young. Dan langkahnya terhenti. Ia bertemu dengan Seunghyun. Benar-benar tak diharapkannya bertemu dengan Seunghyun disaat seperti ini. Ia memutuskan berjalan melewati Seunghyun tanpa menghiraukannya. Tapi Seunghyun tiba-tiba memegang tangan Jiyong.
“maafkan aku telah berbohong” kata Seunghyun, Ia meletakkan cincin milik Minyoung di telapak tangan Jiyong. “Min Young, benar-benar mencintaimu”
Segalanya berubah, kenyataan didapatkannya. Ia menggengam cincin Min Young erat dan menyesal atas apa yang selama ini terjadi. Ia kemudian melanjutkan berlari keruang operasi.
Ada Taeyang, Daesung dan Seungri disana. Mereka berdiri melihat kedatangan Jiyong yang langsung menuju pintu ruang operasi. Ia meratap. Air matanya jatuh. Gadis yang dicintainya didalam sana.
Taeyang menghampiri Jiyong yang sekarang seolah tak bertenaga, Ia menahan tubuh Jiyong yang lunglai karena terguncang agar tak terjatuh. Tubuh sahabatnya bergetar, dan rasa sedih yang sama menyakitkannya dirasakan oleh Taeyang.
Didalam sana, Lampu operasi menyala tepat diatas pandangannya. Segalanya menyilaukan, namun Min Young tak berkedip melihatnya. Kulit wajahnya semakin terlihat pucat. Dan tiba-tiba saja semua kenangan indahnya bersama Jiyong tergambar dihadapannya. Ia melihat dirinya bersama Jiyong tengah tertawa bersama di tepi suatu kolam.
Jiyong membuka telapak tangannya, dan terlihat didalamnya sepasang cincin emas yang mengukir inisial keduanya. Jiyong memasangkan cincin itu ke jari manis Min Young. Keduanya tersenyum, dan Jiyong mengucapkannya. “kita akan bersama selamanya”
Min Young kembali ke pembaringan operasi. Air matanya menetes. Sesuatu yang menjadi jawabannya yaitu “ya...selamanya” tak dapat dipenuhinya. Ia akan meninggalkan dunia ini, orangtuanya, sahabat-sahabatnya, dan juga Jiyong, orang yang begitu dicintainya.
Sungguh, dunia tak adil buatnya, tak ada kuasa yang dapat membantunya lepas dari takdirnya. Kenangan-kenangan yang selama ini pernah ia dapatkan akan dibawanya ke alam sana.
Matanya terpejam. Selamanya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Pintu ruang operasi terbuka, Jiyong berbalik. Usai sudah penantiannya. Min Young, gadis yang dicintai sepenuh hatinya terbaring, dengan wajah damai. Ia telah meninggalkan dunia.
Jiyong berlutut disebelah ranjangnya, menatap lekat wajah Min Young.
“Min Young, aku disini...kenapa kamu pergi seperti ini ” Jiyong menangis, Ia menunduk. Mencoba tegar menghadapi kepergian Min Young.
Ia tahu kepergian Min Young tak akan bisa dicegah. Menangis seperti apapun Min Young telah pergi dan tak akan kembali.
“Jiyong...” Taeyang mengusap bahu Jiyong.
“Jiyong...” panggil Seunghyun.
Ia berdiri tegak, menatap keempat sahabatnya. Seunghyun, Taeyang, Daesung, dan Seungri bergantian. Kemudian Ia berjalan pergi melewati keempatnya. Ia butuh waktu untuk sendiri.
----------------------------------------TAMAT------------------------------------------
Komentar