REVIEW BY ME : How to Train Your Dragon
Well, Hola.... ini review pribadi tentang film animasi favorit. Dibuatnya kemaren sebagai contoh materi ngajar teks ulasan.. happy reading ^^b
Kisah
Persahabatan Hiccup dan Toothless
Judul : How to Train Your Dragon 1
Tanggal rilis : 26 Maret 2010
Sutradara : Chris Sanders, Dean DeBlois
Produser : Bonnie Arnold
Skenario : Adam F. Goldberg
Studio : Dreamworks Animation
How to Train Your
Dragon merupakan film animasi yang
diadaptasi dari buku dengan judul yang sama. Kisah dalam film ini terpusat pada
seorang anak laki-laki bernama Hiccup yang merupakan anak tunggal ketua bangsa
Viking. Viking merupakan bangsa yang secara turun temurun terkenal sebagai
pembunuh naga. Hampir setiap harinya naga datang ke desa Berk, tempat tinggal
bangsa Viking. Film diawali dengan tampilan pengenalan desa Berk yang diserang
oleh kumpulan naga. Hiccup adalah tokoh utama dalam cerita. Meskipun demikian,
Hiccup merupakan anak dengan fisik yang lemah, setidaknya saat di awal
film. Hiccup selama hidupnya belum
pernah dipercaya untuk membunuh naga. Dia sering dianggap paling lemah di
antara teman-teman sebayanya di pelatihan khusus melawan naga. Bahkan ayahnya
sendiri pun tidak merasa bangga memiliki anak seperti Hicuup.
Namun demikian, Hiccup merupakan anak yang aktif sebagai
penemu. Dia sangat suka menciptakan benda-benda yang berguna untuk kehidupan
sehari-harinya. Hingga suatu hari meskipun telah dilarang, Ia mencoba untuk
ikut melawan naga dengan menembakkan panah ke arah naga yang sedang terbang di
langit. Panah Hiccup mengenai naga yang ia yakini sebagai Night Fury, naga
terkuat dan langka. Selanjutnya dimulailah kisah kehidupan Hiccup dengan Night
Fury. Tentang petualangan Hiccup dalam berteman dengan naga hitam legam
tersebut.
Konten cerita dibangun dari awal dengan akhir yang
menunjukkan perkembangan pribadi Hiccup dari waktu ke waktu. Dari Hiccup yang
seorang anak lemah hingga akhirnya menjadi pemimpin teman-teman dan sukunya
dalam melawan naga legendaris yang mengancam kehidupan manusia. Selain itu,
cerita dibangun dengan baik dan berhasil membawa perasaan penonton untuk terus
melihat perkembangan Hiccup sepanjang cerita. Ditambah dengan sedikit hubungan
yang manis antara Hiccup dan kawan perempuannya Astrid. Karakter-karakter dalam
film ini turut membangun kelengkapan cerita dan disadari merupakan karakter
pendukung yang sangat penting dalam proses perkembangan tokoh utama. Satu-satunya
hal yang mengganjal dan tidak logis dalam film ini adalah tidak sekalipun sosok
Ibu Hiccup disinggung secara signifikan dalam cerita. Meskipun, kejanggalan
tersebut akhirnya terjawab pada sekuel kedua film ini yang baru rilis mei 2015
lalu. Buku ini berhasil menyiratkan
dengan jelas satu pesan moral bahwa tidak ada kata menyerah untuk menunjukkan
bahwa dirimu bisa menjadi lebih baik dengan terus berusaha.
Sesuai
judulnya, How to Train Your Dragon memberikan
gambaran bagaimana seorang anak yang lemah fisik seperti Hiccup mampu berteman
dengan baik dengan naga yang ironisnya merupakan musuh bebuyutan bagi kaumnya.
Adegan film didominasi dengan menggambarkan bagaimana usaha Hiccup dalam
melatih Night Fury (yang kemudian diberi nama Toothless-tidak bergigi) untuk
bisa terbang karena ekornya terbakar oleh panah Hiccup di awal cerita.
Film ini merupakan film yang menarik dan layak untuk
dikonsumsi oleh semua umur, terlebih untuk usia anak-anak karena sarat akan
pesan yang baik untuk anak-anak. Cocok untuk usia lainnya juga karena ada satu
pesan moral yang digambarkan oleh tokoh ayah Hiccup yang menyangsikan kemampuan
anaknya sendiri. Maksud dari cerita pun tidak sulit dipahami karena disampaikan
secara terstruktur dan memberikan beberapa adegan yang cukup menegangkan. Film
ini tidak hanya memperlihatkan usaha Hiccup untuk menjadi kuat tetapi juga
mengajarkan untuk jangan pernah menyepelekan orang lain hanya karena penampilan
fisiknya.
Komentar