BALADA CHARGER LAPTOP UNIVERSAL
enggak...enggak...sama sekali bukan postingan soal elektronik gadget atau teman2nya...
tapi benar ini ditulis karena perasaan yang seketika kurasakan waktu ngeliat charger laptopku ada di atas meja kerjaku saat selesai ngajar. bukan charger yang kebendaan itu yang menjadi intinya...tapi soal siapa yang sebelumnya menggunakannya. seketika sesak rasanya ketika delusi sendiri...delusi berbahaya..delusi menyedihkan...
bahwa kembalinya charger itu merupakan tanda kalau ternyata aku bisa melihat akhir dari pertemanan kami....
sama sekali gak mau mengukur pertemanan itu dari benda-benda yang saling dipinjamkan.. aku juga memintanya bukan karena aku gak rela. tapi....aku tau dia menganggapnya lain...
gak pernah ngerasa sesak begini..
dia bahkan gak menunggu aku saat mengembalikannya supaya kita bisa bertemu...
dia juga mengikuti egonya, sama denganku. maka apa yang kulakukan selama ini juga hanya mengikutinya..kita saling mengikuti ego kita masing-masing maka kita sebenarnya semakin terpisah..semakin menjauh..
aku yakin gak akan sesakit ini kalau kita ini bukan siapa2... aku menyayangkan semua hal yang sudah kita lakuin sama2..
tapi, ini soal aku yang gatau apa masalahmu sampai mendiamkanku duluan.
sekarang soal cahrgerku yang kamu pinjam.
aku memang meminta...tapi ketika itu benar sudah kembali..itu jadi berarti kamu yang pergi..jadi penentu kalau nampaknya pertemanan kita stop sampai di sini..
tapi benar ini ditulis karena perasaan yang seketika kurasakan waktu ngeliat charger laptopku ada di atas meja kerjaku saat selesai ngajar. bukan charger yang kebendaan itu yang menjadi intinya...tapi soal siapa yang sebelumnya menggunakannya. seketika sesak rasanya ketika delusi sendiri...delusi berbahaya..delusi menyedihkan...
bahwa kembalinya charger itu merupakan tanda kalau ternyata aku bisa melihat akhir dari pertemanan kami....
sama sekali gak mau mengukur pertemanan itu dari benda-benda yang saling dipinjamkan.. aku juga memintanya bukan karena aku gak rela. tapi....aku tau dia menganggapnya lain...
gak pernah ngerasa sesak begini..
dia bahkan gak menunggu aku saat mengembalikannya supaya kita bisa bertemu...
dia juga mengikuti egonya, sama denganku. maka apa yang kulakukan selama ini juga hanya mengikutinya..kita saling mengikuti ego kita masing-masing maka kita sebenarnya semakin terpisah..semakin menjauh..
aku yakin gak akan sesakit ini kalau kita ini bukan siapa2... aku menyayangkan semua hal yang sudah kita lakuin sama2..
tapi, ini soal aku yang gatau apa masalahmu sampai mendiamkanku duluan.
sekarang soal cahrgerku yang kamu pinjam.
aku memang meminta...tapi ketika itu benar sudah kembali..itu jadi berarti kamu yang pergi..jadi penentu kalau nampaknya pertemanan kita stop sampai di sini..
Komentar